Kamis, 08 September 2011
ramalan nasib: Ternyata Tiap Orang Bisa Meramal Lho!
ramalan nasib: Ternyata Tiap Orang Bisa Meramal Lho!: Percaya atau tidak, tiap hari ada alarm bawah sadar manusia yang membuat ribuan ramalan kecil, seperti perasaan kapan bus akan tiba, si...
Ternyata Tiap Orang Bisa Meramal Lho!
Percaya
atau tidak, tiap hari ada alarm bawah sadar manusia yang membuat ribuan
ramalan kecil, seperti perasaan kapan bus akan tiba, siapa yang
mengetuk pintu rumah, sampai gelas yang jatuh akan pecah. Para ilmuwan
mulai menguak bagaimana otak bisa sebegitu mengejutkan menjadi bisa
menjadi peramal akurat seperti itu hanya karena kejadian biasa atau
duniawi.
Peneliti
Washington University di St. Louis fokus pada sistem dopamine otak
tengah (MDS) yang menyediakan sinyal pada sisa bagian otak lain ketika
ada hal tak diinginkan terjadi. Menggunakan functional MRI (fMRI)
peneliti menemukan bahwa sistem ini mengkodekan kesalahan prediksi
ketika orang terpaksa memilih apa yang akan terjadi selanjutnya dalam
sebuah video kejadian sehari-hari.
Kepala
peneliti Jeffrey Zacks mengatakan, meramalkan masa depan merupakan hal
yang vital dalam mengarahkan perilaku. Selain itu, kemampuan ini
merupakan komponen kunci teori persepsi, pemrosesan bahasa dan
pembelajaran. Sangat penting mampu melarikan diri ketika seekor singa
siap menerkam Anda namun akan jauh lebih penting untuk bisa menghindari
singa itu sendiri sebelum hewan buas itu menerkam, ujarnya.
Selain
itu, dari hasil riset ini bisa juga digunakan membantu mereka yang
berada pada tahap awal penyakit saraf, seperti skizofrenia, Alzheimer,
dan Parkinson. Substansia nigra merupakan bagian otak yang paling
berpengaruh Parkison yang penting untuk mengendalikan gerak dan membuat
keputusan adaptif. Substansia nigra atau ‘lantai dasar sistem sinyal
dopamin’ inilah yang berperan aktif di otak.
Meramal di sini bukanlah tenung atau sesuatu ramalan yang sifatnya
menentang Tuhan dan kuasa-Nya. Karena ramalan di sini berarti adalah
suatu bagian dari otak yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia agar
dapat mempergunakannya dengan baik dan merespon dengan benar. Hal ini
membuat manusia tidak memilih hal yang salah karena setidaknya tahu
hal-hal kecil apa yang akan terjadi selanjutnya, meski hanya dalam waktu
singkat saja.
Sumber: inilah/lh3
Jumat, 27 Mei 2011
Gagalnya Ramalan Kiamat Camping, Buat Jemaatnya Makin Dekat Tuhan, Kok Bisa?
Ramalan yang tidak terbukti dari Harold Camping itu, sungguh membuat perubahan besar dalam diri pengikut-pengikutnya. Salah satunya, tentu saja membawa dampak yang baik bagi mereka. Hal inilah yang diceritakan oleh Edwin Ramsey, salah satu orang yang meyakini ramalan itu, bahkan berhenti dari pekerjaannya. Ceritanya luar biasa, seperti apakah ceritanya itu?
Hari itu, dia dan keluarganya hanya tinggal di rumah sambil memegang erat Injil serta mengganti-ganti channel TV antara CNN, Facebook, dan Google News untuk mencari tahu apakah ada gempa di Pasifik. Namun, sabtu itu tak ada gempa yang bisa dibilang besar di seluruh dunia, yang bisa menyebabkan kehancuran dunia. Bumi masih tetap berputar seperti sedia kala.
Hal ini tentunya tidak sesuai yang mereka harapkan. Ramsey dan ibunya pun mencari pekerjaan baru sekarang. Adiknya yang baru berumur 19 tahun pun harus mencari sekolah baru, karena sebelumnya sudah berhenti sekolah. Istrinya, Maria Paladines, terus berdoa untuk kelahiran anak mereka. Kehidupan mereka kembali berjalan normal, “Hidup terus berjalan. Saya hidup dan akan menjadi ayah,” kata Ramsey. Namun, ada yang berubah dalam hidup mereka.
Ramsey tak menyalahkan Camping, meskipun dia merasa tak senang akan hal ini. “Jika ia membuat ramalan lagi, saya tak bisa mengatakan apa yang akan saya lakukan. Namun, saya sangat tertarik pada Injil. Saya yakin Injil berisi kata-kata Tuhan. Saya pun terus membacanya,” ujarnya. Tuhan ubahkan cara pandang yang salah yang dikemukan Camping, untuk mendekatkan orang-orang untuk lebih percaya kepada-Nya. Begitu juga hal yang sama dirasakan Peter Lombardi (44). “Saya belajar banyak dari Injil. Pria ini membuka mata saya pada banyak kebenaran,” kata Lombardi. “Saya rasa tak seorangpun bisa menentukan kiamat,” ungkap pria yang sebelumnya begitu mempercayai Camping ini.
Memang Tuhan dapat bekerja melalui berbagai cara dan dengan cara yang mungkin tidak dapat kita bayangkan. Ketika mereka menerima hal-hal yang salah, Tuhan dapat ubahkan menjadi suatu batu loncatan agar orang-orang lebih mengenal kebenaran yang berasal dari Diri-Nya melalui Injil. Itulah hebatnya Tuhan kita.
Artikel Terkait:
Kiamat Itu Batal, Bahkan Diundur (Ada-ada saja!)
Ajang Kiamat 21 Mei Jadi Sarana Cari Dana Kelompok Ateis
Inilah Dia Peramal Kiamat 21 Mei 2011
Berbagai Ramalan Kiamat Yang Tidak terbukti
Kiamat Diprediksi, Kakek Bunuh Diri
Keyword Terkait:
Harold Camping, Kiamat, 21 Mei 2011, Pendeta, Ramalan, Facebook, Google, Family Radio
Label:
21 mei 2011,
camping,
kiamat,
ramalan
Selasa, 24 Mei 2011
Kiamat Itu Batal, Bahkan Diundur (Ada-ada saja!)
Kita tahu ramalan Harold Camping bahwa kiamat terjadi 21 Mei 2011 sudah salah. Sejumlah kalangan menilai pria sepuh berusia 89 tahun itu sekedar mengoceh. Bergumam sembarangan, lalu dihembuskan media ke seluruh dunia.
Di tengah cemoohan itu, Harold kemudian mengumumkan bahwa kiamat diundur. Kapan? Tanggal 21 Oktober 2011. Darimana dia mengetahui penundaan kiamat itu, tidak ada penjelasan yang ilmiah selain penjelasan yang dimengerti oleh dirinya sendiri dan celakanya dipercaya oleh sejumlah orang.
Mereka yang percaya itulah yang bertindak dengan jalannya sendiri menyudahi hidup. Seorang ibu mengajak dua anak gadisnya bunuh diri bersama. Seorang pria terjun bebas dari ketinggian, di hari penghabisan itu. Dan mereka cuma contoh dari sekian korban yang percaya dengan ramalan itu.
Seperti dimuat LiveScience, seorang perempuan California bernama Lyn Benedetto adalah satu dari jutaan manusia yang mendengar ramalan kiamat Camping. Ia lantas jadi khawatir keselamatan anak-anak perempuannya.
Benedetto diduga memaksa dua putrinya yang berusia 11 dan 14 tahun untuk berbaring di tempat tidur dan memotong leher mereka dengan pisau, lalu mencoba bunuh diri. Untung polisi keburu datang menangkapnya, Benedetto dan dua putrinya dilaporkan selamat.
Yang lain tak seberuntung itu. Pada 5 Mei 2011, seorang pria tua di Taiwan bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung tinggi. Aksi nekatnya itu diduga kuat terkait ramalan kiamat yang dikampanyekan Camping ke seluruh dunia.
Pria malang itu memakan mentah-mentah apa yang diutarakan Camping dan pengikutnya, menurut dia bencana gempa dan tsunami yang terjadi, khususnya di Jepang, adalah pertanda.
Sementara, banyak lagi kasus bunuh diri yang diduga terkait dengan ramalam kiamat, meski belum semuanya terkonfirmasi.
Ini bukan kali pertamanya ramalan kiamat yang gagal memicu tragedi. Yang paling terkenal terjadi pada 1997, saat itu kelompok Kriste 'Heaven's Gate' atau 'Gerbang Surga' meyakini Komet Hele-Bopp adalah pertanda kembalinya Yesus, yang juga berarti kiamat bakal terjadi. Dipanas-panasi rumor, fanatisme ini berujung pada kematian 40 orang.
"Kasus kegagalan Camping adalah pembelajaran berharga, sebab, ramalan kiamat tak akan pernah habis. Banyak orang terutama di era New Age yakin 2012 adalah akhir dunia," kata investigator fiksi ilmiah, Benjamin Radford.
Yang lain tak seberuntung itu. Pada 5 Mei 2011, seorang pria tua di Taiwan bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung tinggi. Aksi nekatnya itu diduga kuat terkait ramalan kiamat yang dikampanyekan Camping ke seluruh dunia.
Pria malang itu memakan mentah-mentah apa yang diutarakan Camping dan pengikutnya, menurut dia bencana gempa dan tsunami yang terjadi, khususnya di Jepang, adalah pertanda.
Sementara, banyak lagi kasus bunuh diri yang diduga terkait dengan ramalam kiamat, meski belum semuanya terkonfirmasi.
Ini bukan kali pertamanya ramalan kiamat yang gagal memicu tragedi. Yang paling terkenal terjadi pada 1997, saat itu kelompok Kriste 'Heaven's Gate' atau 'Gerbang Surga' meyakini Komet Hele-Bopp adalah pertanda kembalinya Yesus, yang juga berarti kiamat bakal terjadi. Dipanas-panasi rumor, fanatisme ini berujung pada kematian 40 orang.
"Kasus kegagalan Camping adalah pembelajaran berharga, sebab, ramalan kiamat tak akan pernah habis. Banyak orang terutama di era New Age yakin 2012 adalah akhir dunia," kata investigator fiksi ilmiah, Benjamin Radford.
Kiamat Bulan Depan, Peti Kemas Laku Keras
Kiamat 2012, Akankah Ramalan Jadi Kenyataan?
Badai Matahari Tidak Sebabkan Kiamat
Berbagai Ramalan Kiamat Yang Tidak terbukti
Keyword pada artikel ini:
Kiamat, ramalan, prediksi, bencana, gempa, tsunami, jepang, taiwan, guru Wang, Family Radio, 21 mei 2011, 21 may 2011,
Rabu, 18 Mei 2011
Ajang Kiamat 21 Mei Jadi Sarana Cari Dana Kelompok Ateis
Menanggapi prediksi kiamat 21 Mei 2011, sebuah kelompok Atheis di kota Seattle Amerika Serikat menggalang dana khusus untuk siapapun yang tertinggal di bumi pada hari pengangkatan tersebut juga sebuah website khusus untuk yang memuat pesan dari para umat Kristen yang ke surga kepada para teman mereka yang atheis.
Dirilis Christian Post Selasa (17/5), penggalangan dana bernama “Rapture Relief Fund” ini khusus akan digunakan jika prediksi kiamat dari Familly Radio ini terbukti benar. Jika kiamat tidak terjadi, mereka merencanakan akan menyumbangkan dana tersebut untuk Camp Quest West, sebuah kamp untuk anak-anak dari keluarga yang tidak ber-agama.
John Keiser dari kelompok Seattle Atheists dalam wawancaranya dengan seattlepi.com mengatakan bahwa jika anda menyumbang dana ini akan diberikan kepada para korban yang selamatdari bencana kiamat terutama yang berada di daerah Puget Sound area( daerah kepulauan dekat Washington ).
Keiser pun setengah menyindir ramalan kiamat 21 Mei dengan menyebut mereka yang memprediksikannya sebagai pribadi bodoh dan orang-orang yang terbatas logikanya. “Untuk itulah penggalangan ini dilakukan agar pemikiran kritis bisa muncul didalam benak setiap orang,” ujar Keiser yang hingga sejauh ini memimpin kampanye tersebut dengan dana terkumpul $ 643,66 dan terus berharap dana mereka membumbung mencapai $ 5.000 pada 21 Mei nanti.
Familly Radio memang terus mendapat sorotan oleh berbagai kalangan dan institusi Kristen internasional atas kampanye publikasi mereka yang meramalkan bahwa hari kiamat akan datang pada Sabtu 21 Mei 2001 yang mengangkat orang Kristen sejati dibawa ke surga dan meninggalkan sisa penduduk untuk menderita dalam jangka waktu lima bulan sebelum Tuhan Allah menghancurkan bumi pada 21 Oktober.
Source : Christianpost.com/DPT (www.Jawaban.com)
Artikel terkait:
Inilah Dia Peramal Kiamat 21 Mei 2011
Kiamat Bulan Depan, Peti Kemas Laku Keras
Kiamat 2012, Akankah Ramalan Jadi Kenyataan?
Badai Matahari Tidak Sebabkan Kiamat
Berbagai Ramalan Kiamat Yang Tidak terbukti
Keyword pada artikel ini:
Kiamat, ramalan, prediksi, bencana, gempa, tsunami, jepang, taiwan, guru Wang, Family Radio, 21 mei 2011, 21 may 2011,
Langganan:
Postingan (Atom)