Senin, 12 September 2011

Berbagai Ramalan Kiamat Yang Tidak terbukti

Bukalah website familyradio.com dan Anda akan menemukan di laman muka situs ini dengan tulisan besar-besar peringatan akan hari kiamat yang jatuh pada 21 Mei 2011 mendatang. Bahkan situs ini berani menuliskan bahwa Alkitab menjamin hal ini.
Kampanye akhir zaman ini telah mereka lakukan secara besar-besaran bahkan mereka rela memasang papan iklan besar di berbagai kota besar di Amerika dan belahan bumi lainnya, dengan bahasa yang telah diperhalus di beberapa negara yang bukan negara mayoritas Kristen, termasuk Indonesia.
Ramalan mengenai hari kiamat terus muncul dari abad ke abad, namun sampai saat ini belum satupun yang terbukti. Berikut beberapa di antaranya:
Filsuf Romawi Seneca Yang Wafat Pada 65 SM
Ia meramalkan bahwa bumi akan dipenuhi dengan asap tebal dan ditafsirkan sebagai kiamat. Namun, sebenarnya yang terjadi adalah pada tahun 79 SM, Gunung Vesuvius meletus dan mengubur kota Pompei beserta penduduknya.
Kiamat Pada Tahun 1666
Banyak penganut Kristen meyakini angka 666 adalah angka iblis, sehingga ketika menjelang tahun 1666, tahun itu diartikan sebagai akhirnya zaman. Namun, pada tahun itu justru terjadi sebuah kebakaran besar yang nyaris meratakan kota London.
Sebelumnya Nostradamus sudah meramalkan bahwa London akan terkena bencana. Peristiwa London Fire terjadi pada tahun 1666, namun hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Peristiwa ini benar-benar meratakan London kuno ("The ancient lady") di dalam dinding tua Roma.
Ayam Peramal Dari Leeds, 1806
Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa zaman akhir hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Namun, mungkin "nabi" yang paling aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan "Kristus akan datang". Seiring menyebarnya kabar mukjizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.
Kaum Millerite, 23 April 1843
Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan tulisan yang cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan.
Armageddon/Kiamat kaum Mormon, 1891 atau sebelumnya
Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.
Komet Halley, 1910
Tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang dicetak di halaman depan koran The New York Times dan sejumlah koran lainnya, yang mengakibatkan menyebarnya kepanikan di seluruh AS dan di negara lainnya. Namun, kenyataannya komet tersebut muncul setiap 76 tahun sekali. hal ini mungkin dapat disebabkan karena kurangnya IPTEK pada zaman itu. pada saat itu dipercaya bahwa komet Halley akan datang membawa abu dan gas beracun yang akan memusnahkan seluruh spesies yang ada di Bumi. Akhirnya, para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut dikhawatirkan.
Penganut Kristen Sekte Kesaksian Jehovah Yang Didirikan Tahun 1870-an
Pernah meramalkan bahwa dunia akan kiamat pada 1914. Namun, begitu lewat tahun 1914, mereka hanya mengatakan 'tidak lama lagi'.
Heaven's Gate, 1997
Ketika komet Hale-Bopp muncul tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu. Hal itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus), isu ini sempat disiarkan dalam acara radio "Coast to Coast AM" yang dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu kultus pemercaya UFO (unidentified flying object) yang dianggap pesawat alien di San Diego yang menamakan diri Heaven's Gate untuk mempercayai bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret 1997 dengan keyakinan bahwa UFO yang membonceng pada komet itu akan menyelamatkan mereka dari kiamatnya bumi.
Nostradamus, Agustus 1999
Karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris tulisannya menyebutkan, "Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit datang raja besar teror." Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.
Y2K, 1 Januari 2000
Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker. Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.
5 Mei 2000
Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi, maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster di tahun 1997. Menurut Noone, massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu dan bumi belum beku, tetapi buku itu malah "panas" di pasaran. Mungkin juga, pemanasan global mencegah terulangnya zaman es itu.
God's Church Ministry, Musim Gugur 2008
Menurut pendeta dari God's Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba, lagi. Bukunya di tahun 2006, 2008: God's Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, "paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi," dan buku itu juga mencatat, "Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan."
Terbakarnya Mesin Kiamat, Large Hadron Collider (LHC) Pada September 2008
Ketika terjadi kebakaran pada Mesin Kiamat, Large Hadron Collider (LHC) pada September 2008, kekuatiran semakin meningkat terkait upaya proyek raksasa LHC ini yang akan merekayasa ulang penciptaan Bumi. Jika terowongan sepanjang 27 km, 91 m di bawah tanah Swiss ini meledak, maka bisa menghancurkan bumi. Ada pula yang mengatakan bahwa bumi akan disedot oleh Mini Black Hole yang tercipta dari LHC ini karena LHC juga sempat mengembangkan pembuatan Mini Black Hole demi kemajuan IPTEK.
Semua ramalan kiamat tersebut sampai hari ini tidak satupun yang terbukti. Jadi, apakah kita harus mempercayai segala hal yang berkenaan dengan kapan waktunya kiamat tiba? Bersiap menghadapi akhir zaman bukanlah hal yang salah namun memprediksi kapan tepatnya kiamat datang sangatlah tidak bijaksana karena sesungguhnya tidak ada satu orangpun yang akan tahu.
Sumber: Jawaban.com 

Kamis, 08 September 2011

ramalan nasib: Ternyata Tiap Orang Bisa Meramal Lho!

ramalan nasib: Ternyata Tiap Orang Bisa Meramal Lho!: Percaya atau tidak, tiap hari ada alarm bawah sadar manusia yang membuat ribuan ramalan kecil, seperti perasaan kapan bus akan tiba, si...

Ternyata Tiap Orang Bisa Meramal Lho!

Percaya atau tidak, tiap hari ada alarm bawah sadar manusia yang membuat ribuan ramalan kecil, seperti perasaan kapan bus akan tiba, siapa yang mengetuk pintu rumah, sampai gelas yang jatuh akan pecah. Para ilmuwan mulai menguak bagaimana otak bisa sebegitu mengejutkan menjadi bisa menjadi peramal akurat seperti itu hanya karena kejadian biasa atau duniawi.
Peneliti Washington University di St. Louis fokus pada sistem dopamine otak tengah (MDS) yang menyediakan sinyal pada sisa bagian otak lain ketika ada hal tak diinginkan terjadi. Menggunakan functional MRI (fMRI) peneliti menemukan bahwa sistem ini mengkodekan kesalahan prediksi ketika orang terpaksa memilih apa yang akan terjadi selanjutnya dalam sebuah video kejadian sehari-hari.
Kepala peneliti Jeffrey Zacks mengatakan, meramalkan masa depan merupakan hal yang vital dalam mengarahkan perilaku. Selain itu, kemampuan ini merupakan komponen kunci teori persepsi, pemrosesan bahasa dan pembelajaran. Sangat penting mampu melarikan diri ketika seekor singa siap menerkam Anda namun akan jauh lebih penting untuk bisa menghindari singa itu sendiri sebelum hewan buas itu menerkam, ujarnya.
Selain itu, dari hasil riset ini bisa juga digunakan membantu mereka yang berada pada tahap awal penyakit saraf, seperti skizofrenia, Alzheimer, dan Parkinson. Substansia nigra merupakan bagian otak yang paling berpengaruh Parkison yang penting untuk mengendalikan gerak dan membuat keputusan adaptif. Substansia nigra atau ‘lantai dasar sistem sinyal dopamin’ inilah yang berperan aktif di otak.
Meramal di sini bukanlah tenung atau sesuatu ramalan yang sifatnya menentang Tuhan dan kuasa-Nya. Karena ramalan di sini berarti adalah suatu bagian dari otak yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia agar dapat mempergunakannya dengan baik dan merespon dengan benar. Hal ini membuat manusia tidak memilih hal yang salah karena setidaknya tahu hal-hal kecil apa yang akan terjadi selanjutnya, meski hanya dalam waktu singkat saja.

Sumber: inilah/lh3

Jumat, 27 Mei 2011

Gagalnya Ramalan Kiamat Camping, Buat Jemaatnya Makin Dekat Tuhan, Kok Bisa?

Ramalan yang tidak terbukti dari Harold Camping itu, sungguh membuat perubahan besar dalam diri pengikut-pengikutnya. Salah satunya, tentu saja membawa dampak yang baik bagi mereka. Hal inilah yang diceritakan oleh Edwin Ramsey, salah satu orang yang meyakini ramalan itu, bahkan berhenti dari pekerjaannya. Ceritanya luar biasa, seperti apakah ceritanya itu?

Hari itu, dia dan keluarganya hanya tinggal di rumah sambil memegang erat Injil serta mengganti-ganti channel TV antara CNN, Facebook, dan Google News untuk mencari tahu apakah ada gempa di Pasifik. Namun, sabtu itu tak ada gempa yang bisa dibilang besar di seluruh dunia, yang bisa menyebabkan kehancuran dunia. Bumi masih tetap berputar seperti sedia kala.

Hal ini tentunya tidak sesuai yang mereka harapkan. Ramsey dan ibunya pun mencari pekerjaan baru sekarang. Adiknya yang baru berumur 19 tahun pun harus mencari sekolah baru, karena sebelumnya sudah berhenti sekolah. Istrinya, Maria Paladines, terus berdoa untuk kelahiran anak mereka. Kehidupan mereka kembali berjalan normal, “Hidup terus berjalan. Saya hidup dan akan menjadi ayah,” kata Ramsey. Namun, ada yang berubah dalam hidup mereka.

Ramsey tak menyalahkan Camping, meskipun dia merasa tak senang akan hal ini. “Jika ia membuat ramalan lagi, saya tak bisa mengatakan apa yang akan saya lakukan. Namun, saya sangat tertarik pada Injil. Saya yakin Injil berisi kata-kata Tuhan. Saya pun terus membacanya,” ujarnya. Tuhan ubahkan cara pandang yang salah yang dikemukan Camping, untuk mendekatkan orang-orang untuk lebih percaya kepada-Nya. Begitu juga hal yang sama dirasakan Peter Lombardi (44). “Saya belajar banyak dari Injil. Pria ini membuka mata saya pada banyak kebenaran,” kata Lombardi. “Saya rasa tak seorangpun bisa menentukan kiamat,” ungkap pria yang sebelumnya begitu mempercayai Camping ini.

Memang Tuhan dapat bekerja melalui berbagai cara dan dengan cara yang mungkin tidak dapat kita bayangkan. Ketika mereka menerima hal-hal yang salah, Tuhan dapat ubahkan menjadi suatu batu loncatan agar orang-orang lebih mengenal kebenaran yang berasal dari Diri-Nya melalui Injil. Itulah hebatnya Tuhan kita.

Artikel Terkait:

Kiamat Itu Batal, Bahkan Diundur (Ada-ada saja!)

Ajang Kiamat 21 Mei Jadi Sarana Cari Dana Kelompok Ateis

Inilah Dia Peramal Kiamat 21 Mei 2011

Berbagai Ramalan Kiamat Yang Tidak terbukti

Kiamat Diprediksi, Kakek Bunuh Diri

Keyword Terkait:

Harold Camping, Kiamat, 21 Mei 2011, Pendeta, Ramalan, Facebook, Google, Family Radio

Selasa, 24 Mei 2011

Kiamat Itu Batal, Bahkan Diundur (Ada-ada saja!)

Kita tahu ramalan Harold Camping bahwa kiamat terjadi 21 Mei 2011 sudah salah. Sejumlah kalangan menilai pria sepuh berusia 89 tahun itu sekedar mengoceh. Bergumam sembarangan, lalu dihembuskan media ke seluruh dunia.
Di tengah cemoohan itu, Harold kemudian mengumumkan bahwa kiamat diundur. Kapan? Tanggal 21 Oktober 2011. Darimana dia mengetahui penundaan kiamat itu, tidak ada penjelasan yang ilmiah selain penjelasan yang dimengerti oleh dirinya sendiri dan celakanya dipercaya oleh sejumlah orang.
Mereka yang percaya itulah yang bertindak dengan jalannya sendiri menyudahi hidup. Seorang ibu mengajak dua anak gadisnya bunuh diri bersama. Seorang pria terjun bebas dari ketinggian, di hari penghabisan itu. Dan mereka cuma contoh dari sekian korban yang percaya dengan ramalan itu.
Seperti dimuat LiveScience, seorang perempuan California bernama Lyn Benedetto adalah satu dari jutaan manusia yang mendengar ramalan kiamat Camping. Ia lantas jadi khawatir keselamatan anak-anak perempuannya.
Benedetto diduga memaksa dua putrinya yang berusia 11 dan 14 tahun untuk berbaring di tempat tidur dan memotong leher mereka dengan pisau, lalu mencoba bunuh diri. Untung polisi keburu datang menangkapnya, Benedetto dan dua putrinya dilaporkan selamat.

Yang lain tak seberuntung itu. Pada 5 Mei 2011, seorang pria tua di Taiwan bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung tinggi. Aksi nekatnya itu diduga kuat terkait ramalan kiamat yang dikampanyekan Camping ke seluruh dunia.

Pria malang itu memakan mentah-mentah apa yang diutarakan Camping dan pengikutnya, menurut dia bencana gempa dan tsunami yang terjadi, khususnya di Jepang, adalah pertanda.

Sementara, banyak lagi kasus bunuh diri yang diduga terkait dengan ramalam kiamat, meski belum semuanya terkonfirmasi.

Ini bukan kali pertamanya ramalan kiamat yang gagal memicu tragedi. Yang paling terkenal terjadi pada 1997, saat itu kelompok Kriste 'Heaven's Gate' atau 'Gerbang Surga' meyakini Komet Hele-Bopp adalah pertanda kembalinya Yesus, yang juga berarti kiamat bakal terjadi. Dipanas-panasi rumor, fanatisme ini berujung pada kematian 40 orang.

"Kasus kegagalan Camping adalah pembelajaran berharga, sebab, ramalan kiamat tak akan pernah habis. Banyak orang terutama di era New Age yakin 2012 adalah akhir dunia," kata investigator fiksi ilmiah, Benjamin Radford.

Kiamat Bulan Depan, Peti Kemas Laku Keras

Kiamat 2012, Akankah Ramalan Jadi Kenyataan?

Badai Matahari Tidak Sebabkan Kiamat

Berbagai Ramalan Kiamat Yang Tidak terbukti

Keyword pada artikel ini:

Kiamat, ramalan, prediksi, bencana, gempa, tsunami, jepang, taiwan, guru Wang, Family Radio, 21 mei 2011, 21 may 2011,