Kamis, 14 April 2011

Lia Eden, Benarkah Dia Imam Mahdi?

Lia Aminudin alias Lia Eden yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang, dipastikan akan menghirup udara bebas pada 15 April besok. Petugas wanita yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa selama berada di Lapas, wanita pemimpin sekte Kerajaan Tuhan itu bersikap baik dan tidak pernah terlibat masalah. Lia Eden ditangkap karena melanggar Pasal 156 KUHP tentang Penistaan Agama karena mengaku sebagai Malaikat Gabriel.
Cerita yang didasarkan pada wikipedia disebutkan bahwa Lia lahir di Surabaya pada tanggal 21 Agustus 1947. Ibunya bernama Zainab dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhotbah Islam aliran Muhammadiyah. Pada umur 19 tahun, Lia menikah dengan Aminuddin Day, seorang dosen di Universitas Indonesia dan dikaruniai empat orang anak. Pada awalnya dia adalah ibu rumah tangga yang menjadi perangkai bunga.
Peristiwa ajaib terjadi ketika dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya tahun 1974. Lalu tanggal 27 Oktober 1995, saat sedang salat dia merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang mengaku dirinya Gabriel dan setelah itu Lia mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Gabriel terus menerus sejak 1997.
Selama proses itu, Malaikat Gabriel menyucikan dan mendidik Lia melalui ujian yang sangat berat, termasuk pengakuan controversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat luas. Tuhan kemudian memberinya nama Lia Eden sebagai pengganti nama lamanya. Di dalam penyuciannya, dia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Gabriel sebagaimana ditulis di dalam kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia.
Lia menyebut dirinya Imam Mahdi yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Dia menyebut dirinya juga sebagai reinkarnasi Bunda Maria dan anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Yesus Kristus. Hal ini menyebabkan kurang lebih 100 orang mengikutinya yang terdiri dari para pakar budaya, golongan cendikiawan, artis musik, drama, dan juga pelajar. Mereka semua dibaptis sebagai pengikut Salamullah. (From Christian Hot News @ www.jawaban.com)
Setiap orang bisa saja mengklaim dirinya nabi dan meramalkan berbagai hal, namun untuk mempercayai hal itu, semua ditentukan oleh diri sendiri. Seberapa dalam pengetahuan kita akan agama yang kita anut dan Tuhan yang kita percayai. Jika Anda menyelami hal ini, maka ajaran apapun yang mencoba menyapu hidup Anda, tidak akan membuat Anda tergoncang. Jadi pertanyaan hari ini, Anda percaya Lia Eden ini Imam Mahdi?

Senin, 14 Maret 2011

Ini Baru Permulaan

Duka yang dalam atas bencana tsunami yang melanda Jepang, bahkan di Jayapura, Papua terkena dampaknya juga. Dalam sepuluh tahun terakhir ini, berbagai bencana seperti tidak henti-hentinya melanda berbagai belahan dunia ini. Namun seharusnya kita tidak perlu kaget, karena semua itu telah diprediksi sekitar 1000 tahun yang lalu.
Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. ~ Yesus Kristus
Jadi, berdasarkan pernyataan Yesus ini, semua bencana dan peperangan ini barulah permulaan dari sebuah zaman baru. Tapi mengapa Dia mengatakan agar kita tenang menghadapi semua bencana, penderitaan dan peperangan ini? Bagaimana mungkin kita bisa merasa tenang dengan semua penderitaan dan bencana yang melanda ini..
Tentu saja pernyataan ini ditujukan untuk para pengikut-Nya. Alasan yang kuat karena Yesus telah menyatakan banyak hal yang akan terjadi dan akan dialami oleh para pengikutnya, agar mereka siap untuk menghadapi semua itu. 
Bagaimana dengan Anda, apakah Anda siap dengan semua kegoncangan dan kesulitan yang ada di depan nanti? Percayalah bahwa kehidupan dan kematian ini ada di tangan Tuhan. Jika Anda hari ini percaya kepada Tuhan, maka percayalah Dia ada dan sanggup menolong Anda.

Rabu, 23 Februari 2011

Badai Matahari Tidak Sebabkan Kiamat

Pada 2012 hingga 2015 bintik matahari diperkirakan mencapai titik yang sangat banyak dan itu akan memicu banyak ledakan,” ujar Dra Clara Yono Yatini, MSc, Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
Saat ini aktivitas matahari terus meningkat, seperti medan magnet, bintik matahari, ledakan matahari, lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik. Diperkirakan ledakan itu terjadi pada pertengahan 2013.
Namun, masyarakat tidak perlu kuatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. “Dampak badai matahari hanya merusak system teknologi saja,” tegas Clara Yono. System teknologi yang rusak itu dapat saja merusak satelit sehingga mengganggu jaringan komunikasi. Dampak lainnya yaitu dapat mengganggu medan magnet bumi.
Badai matahari dapat diantisipasi dengan mematikan sementara jaringan satelit dan jaringan listrik pada saat terjadi badai matahari tersebut. Lapan kini gencar melakukan sosialisasi soal fenomena cuaca antariksa 2012-2015 kepada masyarakat untuk meluruskan cerita-cerita miring terkait yang tidak jelas dasarnya. “Masyarakat jangan terpengaruh dengan film 2012 karena itu sains palsu,” pesan Clara Yono.
Source : kompas/lh3
Ditayangkan di www.jawaban.com pada : MONDAY, 12 APRIL 2010
Kindle Wireless Reading Device, Wi-Fi, Graphite, 6" Display with New E Ink Pearl Technology

Kiamat 2012, Akankah Ramalan Jadi Kenyataan?

Sejak munculnya film ‘2012' ramalan suku maya akan datangnya kiamat karena badai matahari menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Tahukah Anda, bahwa badai matahari ini bukan isapan jempol atau fiksi belaka.
Menurut keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), memang badai matahari diperkirakan akan terjadi diantara tahun 2012 - 2015 nanti. Tapi tenang saja, menurut perkiraan badai matahari ini tidak akan membuat bumi hancur.
"Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," demikian jelas Kabag Humas Lapan Elly Kuntjayowati pada Detik.com.
Efek badai matahari ini paling besar akan mempengaruhi tehnologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Selain itu, iklim bumi akan berubah dan suhu akan meningkat tajam. Dampak paling ekstrim yaitu kemarau panjang, itupun masih dalam penelitian lebih lanjut.
Bagi orang percaya, akhir jaman atau kiamat harusnya menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan karena itu artinya bertemu dengan Yesus dan masuk ke dalam kehidupan kekal. Dan mengenai isu badai matahari ini, jika benar seperti yang Elly katakan maka tidak ada yang perlu dikuatirkan.

Source : Yahoo.co.id

Ditayangkan di www.jawaban.com pada:  SATURDAY, 06 MARCH 2010